DISDIK ACEH TARGETKAN PEMERATAAN GURU TUNTAS SEBELUM AKHIR NOVEMBER

DISDIK ACEH TARGETKAN PEMERATAAN GURU TUNTAS SEBELUM AKHIR NOVEMBER

ACEH CARONG | Banda Aceh – Dinas Pendidikan Aceh menargetkan pemerataan guru di seluruh Aceh harus tuntas terlaksana sebelum akhir November Tahun 2019. Hal ini sebagaimana diamanahkan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, M.T kepada SKPA Dinas Pendidikan. “Tugas ini menjadi tanggungjawab kita semua dan harus di tuntaskan. Sehingga, saya sangat mengharapkan keseriusan seluruh

ACEH CARONG | Banda Aceh – Dinas Pendidikan Aceh menargetkan pemerataan guru di seluruh Aceh harus tuntas terlaksana sebelum akhir November Tahun 2019.

Hal ini sebagaimana diamanahkan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, M.T kepada SKPA Dinas Pendidikan.

“Tugas ini menjadi tanggungjawab kita semua dan harus di tuntaskan. Sehingga, saya sangat mengharapkan keseriusan seluruh tim dan para Kepala Cabang Dinas untuk fokus menyelesaikan perihal tersebut,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA, melalui Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Dra Nurhayati, MM.

Hal itu disampaikannya saat membuka Workshop Pemetaan dan Pemerataan Guru dan Tenaga Kependidikan Aceh, di Hotel Grand Nanggroe, Minggu malam (13/10/2019).

Pihaknya memastikan akan terus mengevaluasi secara berkala terhadap kinerja guru dan tenaga kependidikan di Aceh. Itu sebabnya ia mengajak untuk meluruskan niat membangun pendidikan Aceh ke arah yang lebih baik.

“Semoga pemerataan guru ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan program prioritas Pemerintah Aceh (Aceh Carong),” katanya.

“Ketidakmerataan guru berdampak negatif pada pelayanan publik bidang pendidikan di sekolah-sekolah yang kekurangan guru menjadi tidak maksimal karena pada jam pelajaran banyak kelas dibiarkan kosong tanpa kegiatan belajar. Kriteria ketuntasan mengajar tidak tercapai dan akhirnya kompetensi murid manjadi rendah,” tuturnya.

Bukan hanya itu, Nurhayati mengatakan, guru-guru yang bertugas di sekolah-sekolah yang berkelebihan guru menjadi ‘idle’ dan tidak dapat memenuhi jumlah jam mengajar sesuai standar (24 Jam per minggu), karena harus berbagi dengan guru lainnya.

“Kondisi ini menimbulkan kerugian pada guru, karena berpengaruh pada pengembangan karir guru, yakni sertifikasi dan kenaikan pangkat yang mensyaratkan terpenuhinya jam mengajar,” sambungnya.

Sementara itu, peningkatan jumlah guru dan rasio guru-murid yang rendah akan menunjukkan jumlah murid per-rombongan belajar menjadi kecil sehingga proses pembelajaran lebih efektif.

“Ada dua aspek terkait dengan situasi tersebut yang memerlukan eksplorasi lebih lanjut yakni pengangkatan guru baru dan distribusi guru. Dalam era desentralisasi, tanggungjawab pengangkatan guru menjadi urusan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat guna menetapkan kuota jumlah guru PNS,” lanjut Nurhayati.

Dikatakannya, kuota untuk guru PNS di semua tingkatan terus meningkat dan menyebabkan terus meningkatnya jumlah guru. Untuk sebagiannya, peningkatan ini disebabkan oleh perubahan status guru honorer menjadi guru PNS.

“Logikanya, hal ini akan menyebakan menurunnya jumlah guru Non-PNS. Bagaimana tidak, kenyataannya di sekolah-sekolah di daerah pedesaan dan terpencil masih banyak ditemukan guru yang berstatus honorer, baik yang dibayar oleh Pemerintah Daerah, maupun oleh sekolah itu sendiri,” tambahnya.

Panitia kegiatan pemetaan dan pemerataan Guru dan Tenaga Kependidikan Aceh, Muksalmina SPd MSi, menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 80 perserta dari unsur Dinas Pendidikan Aceh, Badan Kepegawaian Aceh, LPMP, Majelis Pendidikan Aceh dan MKKS.

Kontributor: Khairul Zami
Sumber: MERCINEWS.COM

Ichwan Nazmi
CONTRIBUTOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Error while loading reCapcha. Please set the reCaptcha keys under Theme Options in admin area

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos