Diari Guru Terluar: Menanti Jaringan Internet di SMAN 1 PBB

Diari Guru Terluar: Menanti Jaringan Internet di SMAN 1 PBB

Oleh Harmon Tanjung

Sukses menggelar UNBK 2019 pada April kemaren, SMA Negeri 1 Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, kembali akan mengikuti UNBK 2020 mendatang. Ujian Nasional Berbasis Komputer ini, dilakukan secara mandiri di SMA tersebut, yang sebelumnya menumpang ke SMAN 1 Pulau Banyak. Seperti biasa, sebelum pelaksanaan hari UNBK, tentu ada try out ataupun beberapa simulasi sebagai persiapan. Hari itu, senin, tanggal 28 Oktober adalah jadwal try out UNBK.

Pengalaman saya menjadi proktor UNBK 2019 bulan April merupakan perjuangan yang tak bisa dikatakan mudah dalam pelaksanaan UNBK. Bagaimana tidak, dengan kondisi daerah kepulauan terluar, tidak memungkinkan untuk melaksanakan UNBK Mandiri karena memang tidak ada fasilitas komputer yang memadai.

Tekad ini, tentunya harus dibayar tunai dengan ikhtiar luar biasa karena faktor penting perjuangan untuk bisa melaksanakan UNBK harus ada internet! Sistem UNBK sekarang ini masih kurang. Sistem internet masih belum online dan belum disinkron. Sementara kondisi lapangan tidak difasilitasi jaringan internet, bahkan untuk nelvon-sms pun butuh perjuangan luar biasa karena aktif cuma beberapa jam bahkan tidak sama sekali. Kita harus menuju ujung dermaga ataupun belakang warung yang kebetulan ada titik signalnya.”

Di dermaga, banyak orang yang mengantri untuk mendapatkan signal. Berharap kita bisa internetan sedikit, walau masih ada harapan emak untuk mendengarkan isak rihon (rindu) kepada anaknya yang jauh di sana. Demikian juga dengan warung kopi disini, pada titik signal di meja tertentu berjejer rapi ponsel pertanda sedang berebut H+.

Harapan lain berada di kantor desa Haloban dan Asantola. Dua tempat inilah sebagai tempat spesial para pemegang gadget. Selain wifi gratis tentunya jika pemakai tidak banyak, maka cukup memadai untuk bisa berselancar di media sosial.

Simulasi Ujian Nasional dalam tahap sinkronisasi ini, saya melakukannya di kantor desa Haloban dengan membawa server dan perangkat. Setelah pengaturan client, maka besoknya tinggal running dan menunggu kode token. Token dikirim oleh pihak provinsi dari Banda Aceh. Penjemputan token pun kami berjuang tanpa lelah. Perjalanan ke dermaga membutuhkan waktu yang sangat lama, karena itu kami selalu menelepon pihak dermaga untuk memastikan token tersebut.

Menjelang UN, kepala sekolah berinisiatif memasang wifi di sekolah. Kami sangat bersyukur, setidaknya meringankan perjuangan: membawa server ke kantor desa. Bagaimana pun UNBK terlewati bahkan SMAN 1 PBB juga mengakomodir pelaksanaan UNBK SMP.

Pada tanggak 26 Oktober 2019, kondisi jaringan internet hidup pukul 11.00 siang dan mati menjelang pukul 23.00 pada malamnya. dan saat hidup tidak stabil kekuatannya bahkan off untuk beberapa saat. Wifi internet sekolah kami juga dalam posisi tak berfungsi semenjak Juni. Kondisi ini di luar dugaan, karena sebelumnya kondisi jaringan cukup bagus. Tiba-tiba hanya sesaat saja, kembali hilang.

Kondisi dan situasi bagaimana pun, try out senin besok, insyaAllah tetap dilaksanakan. Semoga menjelang UNBK 2020 jaringan internet akan lebih bagus kembali baik dengan wifi sekolah ataupun dari tower Telkomsel di pulau ini.

Ichwan Nazmi
CONTRIBUTOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Error while loading reCapcha. Please set the reCaptcha keys under Theme Options in admin area

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos